Operasi Terencana Berhasil Bebaskan Kampung Soanggama dari Cengkraman OPM
novoteltoulon.com – Komando Operasi (Koops) Habema Kogabwilhan III mencatat keberhasilan besar dalam operasi militer di Papua Tengah. Pasukan TNI berhasil merebut kembali wilayah Kampung Soanggama, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, yang selama ini dikuasai kelompok bersenjata TPNPB OPM Kodap VIII/Soanggama. Dalam aksi tersebut, 14 anggota OPM tewas ditembak dalam kontak senjata yang berlangsung sengit.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya TNI menegakkan kedaulatan negara dan melindungi warga sipil dari ancaman kelompok separatis bersenjata yang kerap melakukan kekerasan di wilayah pegunungan tengah Papua.
Baca Juga : “Inggris Resmi Lolos ke Piala Dunia 2026, Harry Kane Tetap Waspada“
Pangkoops Habema Tegaskan Langkah Hukum dan Terukur
Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa tindakan pasukan TNI merupakan langkah terukur dan sah menurut hukum. Menurutnya, operasi tersebut dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap masyarakat sipil di sekitar lokasi konflik.
“TNI akan terus melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata OPM yang mengancam keselamatan masyarakat,” ujar Mayjen Lucky Avianto dalam keterangannya kepada media, Kamis (16/10/2025).
Jenderal baret merah ini juga menegaskan bahwa operasi tersebut bukan hanya bentuk penegakan hukum, tetapi juga komitmen TNI untuk menjaga keutuhan wilayah NKRI di Tanah Papua.
Kelompok Undius Kogoya Jadi Target Utama Penindakan
Dari hasil penyisiran di lapangan, diketahui bahwa 14 anggota OPM yang tewas berasal dari kelompok pimpinan Undius Kogoya. Beberapa di antaranya merupakan tokoh lapangan dan pelaku penyerangan terhadap aparat keamanan di wilayah Intan Jaya sebelumnya.
“Di antara yang tewas terdapat sejumlah pimpinan dan pelaku penembakan terhadap aparat keamanan. Sementara sisanya melarikan diri ke arah hutan,” jelas Mayjen Lucky.
Kelompok OPM pimpinan Undius Kogoya diketahui memiliki kekuatan sekitar 30 orang dan selama ini menguasai Kampung Soanggama sebagai basis pertahanan utama mereka.
Operasi Gabungan TNI Fokus Amankan Wilayah dan Lindungi Warga
Operasi pembebasan Kampung Soanggama dilakukan dengan strategi militer yang matang dan melibatkan satuan elite TNI. Pasukan melakukan penyergapan setelah menerima laporan intelijen terkait aktivitas kelompok bersenjata di area tersebut.
Langkah taktis ini berhasil meminimalkan korban dari pihak masyarakat sipil sekaligus memastikan stabilitas keamanan di wilayah Intan Jaya. Setelah berhasil menguasai kampung, TNI melakukan penyisiran menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi ancaman dari kelompok separatis.
Operasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang TNI untuk memulihkan keamanan di wilayah rawan konflik Papua dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Komitmen TNI Wujudkan Papua Aman, Damai, dan Sejahtera
Dalam pernyataannya, Pangkoops Habema menegaskan bahwa TNI tidak hanya fokus pada operasi militer semata, tetapi juga pada pembangunan keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
“Kami berkomitmen menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tegas Mayjen Lucky Avianto yang juga menjabat sebagai Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora Merauke.
Ia menambahkan, operasi keamanan akan terus dilanjutkan secara terukur untuk menekan pergerakan kelompok bersenjata dan memulihkan situasi di daerah-daerah yang selama ini menjadi basis OPM.
Latar Belakang Konflik di Intan Jaya
Kabupaten Intan Jaya merupakan salah satu wilayah dengan intensitas konflik tertinggi di Papua Tengah. Sejak 2019, daerah ini kerap menjadi lokasi bentrokan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata OPM.
Kelompok Kodap VIII/Soanggama dikenal aktif melakukan penyerangan terhadap aparat, pembakaran fasilitas umum, hingga intimidasi terhadap warga yang dianggap bekerja sama dengan pemerintah. Karena itu, keberhasilan operasi TNI kali ini menjadi titik balik penting dalam upaya menegakkan stabilitas keamanan di Papua Tengah.
Dukungan Pemerintah dan Sinergi Aparat Keamanan
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI mendukung penuh langkah operasi yang dilakukan Koops Habema. Sinergi antarinstansi terus diperkuat untuk memastikan wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai kelompok bersenjata dapat kembali ke pangkuan NKRI.
Langkah ini sejalan dengan strategi nasional untuk mengedepankan pendekatan keamanan dan kesejahteraan secara simultan. Pemerintah juga terus mengupayakan pembangunan infrastruktur dasar, layanan kesehatan, dan pendidikan di wilayah pedalaman Papua sebagai bagian dari pendekatan humanis pasca operasi militer.
Tindakan Tegas dengan Prinsip Kemanusiaan
Walaupun operasi militer dilakukan secara intensif, TNI tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan. Setiap langkah di lapangan didasarkan pada aturan keterlibatan yang ketat dan sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Pangkoops Habema menegaskan bahwa tindakan prajurit selalu dalam koridor penegakan hukum, bukan balas dendam. “Semua langkah dilakukan untuk melindungi rakyat dan menjaga kedaulatan NKRI,” ujarnya.
Pendekatan ini menunjukkan komitmen TNI dalam menyeimbangkan antara keamanan dan kemanusiaan di wilayah konflik.
Situasi Papua Pasca Operasi
Pasca operasi pembebasan Kampung Soanggama, situasi keamanan di wilayah Intan Jaya dilaporkan mulai kondusif. Warga yang sempat mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing dengan pengawalan aparat keamanan.
Aparat gabungan TNI-Polri kini fokus menjaga stabilitas dan mencegah kembalinya kelompok separatis bersenjata ke daerah tersebut. Sejumlah pos pengamanan baru juga didirikan untuk memperkuat kontrol keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Penutup: Harapan Baru untuk Papua Tengah
Keberhasilan TNI dalam merebut markas besar OPM di Intan Jaya menjadi bukti nyata efektivitas operasi terukur dan kolaborasi antarinstansi. Langkah ini bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga simbol pemulihan kedaulatan negara di wilayah yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan.
Pemerintah berharap keberhasilan ini menjadi momentum mempercepat proses rekonsiliasi dan pembangunan di Papua. Dengan pendekatan yang seimbang antara keamanan dan kesejahteraan, Papua diharapkan dapat segera menjadi wilayah yang aman, produktif, dan makmur bagi seluruh warganya.
Baca Juga : “Tiga Catatan Usai Timnas U-23 Imbang 1-1 Lawan India“
