OpenAI Siapkan IPO, Valuasi Tembus USD 1 Triliun Setara

OpenAI

novoteltoulon.com – Induk usaha di balik ChatGPT, OpenAI, dikabarkan tengah menyiapkan langkah besar dengan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). Menurut laporan Yahoo Finance pada Jumat (31/10/2025), perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman itu disebut menargetkan kapitalisasi pasar mencapai USD 1 triliun atau sekitar Rp 16.642 triliun (asumsi kurs Rp 16.642 per dolar AS).

Apabila rencana ini terwujud, OpenAI akan menjadi salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, sejajar dengan Berkshire Hathaway milik Warren Buffett. Melalui IPO ini, OpenAI diproyeksikan dapat menghimpun dana hingga USD 60 miliar atau sekitar Rp 998,4 triliun.

Namun, waktu pelaksanaan IPO belum pasti. Sumber internal menyebut, langkah ini baru mungkin dilakukan pada semester kedua 2026, bahkan bisa mundur ke 2027, tergantung pada kondisi pasar modal global.

Kinerja Keuangan Masih Rugi

Meskipun memiliki valuasi besar, kondisi keuangan OpenAI masih mencatatkan kerugian signifikan. Pada semester pertama 2025, perusahaan melaporkan rugi USD 13,5 miliar dengan pendapatan hanya USD 4,3 miliar. Prediksi ke depan bahkan menunjukkan potensi kerugian hingga USD 27 miliar di akhir tahun.

Beberapa analis memperkirakan OpenAI bisa merugi hingga USD 115 miliar pada 2029, jika strategi monetisasi belum stabil. Hal ini menunjukkan bahwa model bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI) masih membutuhkan waktu untuk menghasilkan keuntungan berkelanjutan.

Fokus Pengembangan AGI, Bukan IPO

Meski rumor IPO kian kuat, pihak manajemen OpenAI membantah adanya rencana tersebut. Seorang juru bicara menyatakan, IPO bukanlah prioritas utama saat ini.

“IPO bukanlah fokus kami, jadi kami tidak mungkin menetapkan tanggal. Kami sedang membangun bisnis yang berkelanjutan dan memajukan misi agar semua orang mendapat manfaat dari AGI,” ujar juru bicara OpenAI.

AGI atau Artificial General Intelligence merupakan sistem AI yang mampu mengungguli manusia dalam pekerjaan bernilai ekonomi tinggi. Misi utama OpenAI adalah mengembangkan teknologi ini dengan cara yang aman dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia.

Langkah ini sejalan dengan visi Sam Altman, yang sebelumnya menyatakan bahwa OpenAI perlu menginvestasikan triliunan dolar AS untuk membangun pusat data, infrastruktur komputasi, dan sistem energi besar guna mendukung pertumbuhan teknologi AI generatif.

Baca Juga : “10 Saham Paling Cuan Pekan Ini, Ada yang Melesat hingga 95,31 Persen

Kolaborasi Strategis dengan PayPal

Di tengah rumor IPO, OpenAI justru menarik perhatian lewat kolaborasi besar dengan PayPal. Perusahaan pembayaran digital tersebut telah menandatangani kesepakatan resmi untuk mengintegrasikan dompet digital PayPal ke dalam platform ChatGPT.

Mengutip CNBC pada Rabu (29/10/2025), kemitraan ini memungkinkan pengguna melakukan pembelian langsung melalui ChatGPT, menjadikan PayPal sebagai alat pembayaran digital pertama yang tertanam di platform AI populer tersebut.

CEO PayPal, Alex Chriss, menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam transformasi e-commerce berbasis AI.

“Kami memiliki ratusan juta pengguna yang kini dapat menekan tombol beli dengan PayPal di ChatGPT dan menikmati pengalaman pembayaran aman,” ujar Chriss dalam wawancara eksklusif.

ChatGPT Jadi Asisten Belanja Digital

Kemitraan dengan PayPal menandai strategi baru OpenAI untuk memperluas peran ChatGPT sebagai asisten belanja digital. Dengan lebih dari 700 juta pengguna aktif setiap minggu, ChatGPT kini bertransformasi menjadi personal shopper berbasis AI yang membantu pengguna menemukan, memilih, dan membeli produk dari berbagai platform.

OpenAI sebelumnya telah bekerja sama dengan Shopify, Etsy, dan Walmart, dan integrasi PayPal memperkuat posisi ChatGPT dalam ekosistem perdagangan global.

“Ini adalah model baru dalam berbelanja,” tambah Chriss.

Melalui sistem ini, PayPal tidak hanya menjadi opsi pembayaran utama, tetapi juga mengelola infrastruktur transaksi di balik layar, termasuk verifikasi pedagang, validasi pembayaran, dan penyelesaian sengketa.

Perlindungan dan Kemudahan Transaksi

PayPal memastikan setiap transaksi melalui ChatGPT aman dan transparan. Pengguna dapat membayar melalui dompet digital, rekening bank, atau kartu kredit yang terhubung. Selain itu, tersedia fitur tambahan seperti pelacakan paket, perlindungan pembelian, dan penyelesaian sengketa otomatis.

Bagi para pedagang yang sudah terdaftar di PayPal, sistem integrasi ini tidak memerlukan pendaftaran ulang, karena data verifikasi otomatis tersinkron dengan sistem OpenAI.

“Ini bukan sekadar transaksi,” kata Chriss. “Ini tentang menghubungkan jutaan pedagang terpercaya dengan konsumen terverifikasi di jaringan global PayPal.”

Perspektif Pasar dan Arah Masa Depan

Kabar mengenai rencana IPO OpenAI mencerminkan antusiasme besar pasar terhadap teknologi AI, meskipun profitabilitas masih menjadi tantangan utama.

Di sisi lain, kolaborasi strategis dengan PayPal menegaskan bahwa OpenAI tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Langkah ini berpotensi mempercepat adopsi AI dalam sektor perdagangan, keuangan, dan layanan digital.

Kesimpulan: Antara Ambisi dan Realitas

Meski rumor IPO terus beredar, fokus OpenAI saat ini tampaknya masih pada pengembangan AGI dan monetisasi produk AI secara bertahap. Kolaborasi dengan PayPal menjadi bukti bahwa perusahaan memilih membangun pondasi komersial jangka panjang, ketimbang buru-buru masuk ke pasar saham.

Baca Juga : “Harga BBM Pertamina Naik Mulai 1 November 2025, Ini Daftar Terbarunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *