Kritik Meluas Setelah Bupati Aceh Selatan Umrah di Tengah Bencana
Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra untuk mencopot Mirwan MS dari jabatan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Selatan mengundang perhatian nasional. Langkah tegas ini diambil menyusul kritik luas terhadap Mirwan yang diketahui menjalankan ibadah umrah ke Arab Saudi saat wilayahnya tengah dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Keberangkatan sang bupati di tengah kondisi darurat dinilai tidak mencerminkan sikap kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Sugiono, menyampaikan bahwa keputusan partai untuk memberhentikan Mirwan bukan tanpa pertimbangan. “DPP Gerindra memutuskan untuk memberhentikannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan,” kata Sugiono di Jakarta, Jumat (5/12/2025). Menurutnya, di tengah penderitaan warga akibat bencana, tindakan seorang kepala daerah yang meninggalkan wilayahnya demi kepentingan pribadi—meskipun itu untuk beribadah—adalah bentuk kelalaian kepemimpinan.
Baca Juga : “AC Milan Tolak Rekrut Sergio Ramos Musim Ini“
Penyesalan Partai dan Peringatan Etika Kepemimpinan
Gerindra mengaku menyayangkan pilihan yang diambil oleh Mirwan. Sugiono secara langsung menyatakan bahwa sikap tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai kepemimpinan yang dipegang oleh partai. “Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan,” ujarnya tegas.
Banjir dan longsor yang melanda Aceh Selatan beberapa hari terakhir telah mengganggu kehidupan ribuan warga. Banyak daerah terisolasi, akses jalan putus, serta kebutuhan logistik dan evakuasi yang belum sepenuhnya terpenuhi. Dalam kondisi tersebut, kehadiran seorang pemimpin daerah menjadi sangat krusial. Ketidakhadiran Mirwan justru memunculkan kekecewaan publik dan dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap tugas dan tanggung jawab.
Kementerian Dalam Negeri Ikut Mengecam: Kepala Daerah Harus Hadir Saat Krisis
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Benny Irwan, juga menyuarakan kritik tajam terhadap tindakan Bupati Aceh Selatan. Dalam pernyataannya kepada media, Benny menyampaikan kekecewaan atas keberangkatan umrah Mirwan di saat rakyatnya dilanda bencana.
“Kami sangat menyayangkan sekali, begitu mengetahui dari media bahwa Bupati Aceh Selatan saat ini dikabarkan sedang berada di tanah suci,” ungkap Benny. Ia menambahkan, dalam situasi darurat seperti ini, kepala daerah seharusnya hadir untuk memimpin langsung penanganan dan pemulihan.
Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu wilayah di Provinsi Aceh yang terdampak cukup parah oleh bencana. Dengan infrastruktur yang rusak dan kebutuhan masyarakat yang mendesak, kehadiran kepala daerah sangat penting dalam proses distribusi bantuan dan koordinasi evakuasi. “Dalam suasana terdampak bencana, keberadaan kepala daerah sangat dibutuhkan di tengah-tengah warga masyarakatnya,” imbuh Benny.
Kemendagri memastikan akan menindaklanjuti persoalan ini. Benny menyebut bahwa tindakan Mirwan akan ditelusuri dan ditelaah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Iya, kita akan telusuri dan dalami informasi awal ini, kemudian akan ditindaklanjuti sesuai aturan,” pungkasnya.
Gubernur Aceh Ingatkan Pemimpin Tak Lari dari Tanggung Jawab
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, turut memberikan peringatan keras terhadap kepala daerah yang menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab di masa bencana. Ia menekankan bahwa kepala daerah dipilih oleh rakyat bukan untuk menghindar dari tantangan, melainkan untuk berdiri di garis depan saat kondisi terburuk.
“Kepala daerah itu dipilih rakyat untuk bekerja dalam kondisi tersulit sekalipun, bukan untuk mengeluh,” kata Mualem. Ia menyoroti pentingnya keberanian dan kecepatan dalam mengambil keputusan saat wilayah mengalami bencana. Menurutnya, pemimpin yang enggan berada di lapangan saat krisis sebaiknya mempertimbangkan mundur dari jabatannya.
“Kalau ada bupati yang cengeng dan menyerah menghadapi musibah ini, silakan mengundurkan diri. Kita ganti dengan yang siap bekerja untuk rakyat,” tegasnya.
Tanggung Jawab Moral dan Etika Kepemimpinan dalam Situasi Darurat
Kisah ini menjadi pengingat bahwa jabatan publik membawa tanggung jawab moral yang besar. Dalam konteks bencana, pemimpin bukan hanya dituntut secara administratif tetapi juga secara etis. Meninggalkan wilayah tanpa izin dan tanpa sistem delegasi yang jelas pada saat krisis adalah bentuk kegagalan dalam menjalankan amanah publik.
Publik menilai bahwa nilai spiritualitas seseorang tidak dapat menjadi pembenaran jika dijalankan di atas penderitaan masyarakat. Ibadah umrah tentu adalah hak setiap Muslim, namun sebagai pejabat publik, pelaksanaannya harus memperhatikan situasi dan tanggung jawab yang sedang diemban.
Respons Publik dan Implikasi Politik
Pencopotan Mirwan MS menunjukkan bahwa partai politik saat ini mulai menerapkan prinsip akuntabilitas yang lebih nyata. Gerindra, yang selama ini dikenal sebagai partai dengan basis kuat di Aceh, tampaknya tidak ingin citranya tercoreng hanya karena kelalaian satu kader.
Langkah DPP Gerindra ini mendapat dukungan dari banyak pihak yang menginginkan partai politik lebih transparan dan tegas dalam menegakkan disiplin kader. Ke depan, kasus ini dapat menjadi preseden penting bagi partai-partai lain dalam menegakkan tanggung jawab politik.
Penutup: Momentum Evaluasi Kepemimpinan di Daerah
Kejadian ini memberikan pelajaran penting tentang pentingnya kepemimpinan yang hadir dan tanggap saat krisis. Tidak hanya tanggap bencana secara teknis, tetapi juga menunjukkan empati dan solidaritas terhadap warga yang menderita.
Tindakan Gerindra mencopot Mirwan MS dari posisi Ketua DPC Aceh Selatan patut diapresiasi sebagai bentuk pertanggungjawaban politik. Namun lebih dari itu, ini harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh kepala daerah agar tidak kehilangan kepekaan sosial, terlebih dalam situasi darurat.
Pemerintah pusat, partai politik, dan masyarakat harus terus mendorong terwujudnya tata kelola kepemimpinan yang humanis, akuntabel, dan bertanggung jawab. Pemimpin yang abai terhadap penderitaan rakyat tidak hanya merusak kepercayaan, tetapi juga menghambat pemulihan dan pembangunan daerah.
Baca Juga : “Prabowo puji Bahlil putar video ayah di HUT Golkar: Kau pintar sekali“
