Danantara Ungkap Alasan Strategis Selamatkan Krakatau Steel

Krakatau Steel Jadi Prioritas Penyehatan Investasi Strategis

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menempatkan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai target utama dalam agenda penyehatan industri strategis nasional. Hal ini disampaikan oleh Managing Director Business-3 Danantara Asset Management, Febriany Eddy, dalam pernyataan resmi pada Selasa (18/11/2025).

Menurutnya, Danantara melihat bahwa industri baja memegang peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor konstruksi, transportasi, dan manufaktur. “Pertumbuhan industri baja selalu selaras dengan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, melihat industri baja tidak bisa hanya dari kondisi hari ini,” tegas Febriany.

Baca Juga : “Pemerintah Dorong 1.300 Merek Lokal Gantikan Baju Impor

Proyeksi Kebutuhan Baja Nasional Terus Meningkat

Peningkatan pembangunan infrastruktur, urbanisasi, serta pertumbuhan industri hilir mendorong proyeksi kebutuhan baja domestik dan regional terus naik. Dalam laporan Kementerian Perindustrian, konsumsi baja nasional diperkirakan mencapai lebih dari 20 juta ton pada 2030.

Melihat proyeksi tersebut, Febriany menyatakan bahwa industri baja harus disiapkan sejak dini agar bisa memenuhi permintaan pasar secara efisien dan berkelanjutan. “Investasinya bersifat jangka panjang 10 sampai 15 tahun ke depan. You invest for tomorrow, not today,” ujar Febriany.

Efisiensi dan Transformasi Jadi Kunci Penyehatan

Dalam menghadapi tantangan industri baja global, Danantara menilai efisiensi operasional dan transformasi model bisnis menjadi elemen penting. Maka dari itu, penyehatan Krakatau Steel dimasukkan dalam agenda restrukturisasi besar yang bertujuan menjadikan industri baja BUMN lebih tangguh.

Danantara juga tengah menyusun strategi menyeluruh, mulai dari pemulihan operasional inti hingga optimalisasi aset nonproduktif yang dimiliki Krakatau Steel. Semua langkah ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, agar setiap keputusan investasi membawa dampak jangka panjang yang positif.

Evaluasi Bantuan Modal untuk Operasi Inti Baja

Danantara Indonesia kini berada dalam tahap akhir finalisasi bantuan modal kerja untuk mendukung operasi inti Krakatau Steel. Febriany menyatakan, pihaknya secara ketat menghitung kebutuhan dan alokasi anggaran agar penyaluran modal tepat sasaran.

“Dalam waktu dekat ini sudah tahap final. Kami akan memberikan modal kerja untuk operasi inti bajanya,” ungkap Febriany saat temu media di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat, 14 November 2025.

Langkah ini akan membantu meningkatkan likuiditas perusahaan dan mempercepat proses recovery produksi baja yang selama ini tertahan karena tekanan keuangan.

Kawasan Industri Krakatau Jadi Daya Tarik Investasi

Tak hanya sektor hilir, kawasan industri milik Krakatau Steel juga menjadi sorotan dalam strategi pemulihan. Lokasi yang strategis dan fasilitas infrastruktur yang sudah tersedia menjadi nilai tambah yang ingin dioptimalkan oleh Danantara.

“Semua faktor yang membuat lokasi ini strategis sudah tersedia. Kawasan industri akan lebih optimal jika tenant-nya tepat,” tambah Febriany. Artinya, Danantara juga akan mengevaluasi potensi mitra dan tenant industri yang bisa bersinergi dalam kawasan tersebut untuk menciptakan ekosistem industri baja yang kuat.

Potensi Kolaborasi Teknologi dalam Restrukturisasi

Danantara membuka peluang kerja sama dengan pihak luar, termasuk pelaku industri teknologi dan produsen baja global, untuk mentransformasi Krakatau Steel. Pendekatan ini memungkinkan adopsi teknologi baru, efisiensi energi, serta peningkatan produktivitas.

Kolaborasi semacam ini juga bisa membuka akses Krakatau Steel ke pasar ekspor dengan kualitas produk yang memenuhi standar internasional. Dengan dukungan teknologi dan sistem manajemen modern, perusahaan diyakini bisa bangkit dan menjadi pemain utama di kawasan Asia Tenggara.

Komitmen Jangka Panjang untuk Ketahanan Industri Nasional

Langkah Danantara ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan ketahanan industri dasar nasional. Industri baja yang sehat akan menjadi fondasi bagi berbagai sektor pembangunan nasional, mulai dari pembangunan jalan, rel kereta api, pelabuhan, hingga sektor otomotif.

Menurut data dari World Steel Association, Indonesia masih termasuk negara dengan konsumsi baja per kapita rendah di Asia Tenggara, yakni sekitar 65 kg per orang per tahun. Ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih sangat besar.

Dengan pembenahan dari hulu hingga hilir, Krakatau Steel bisa menjadi pusat kekuatan industri baja yang menopang ambisi pembangunan Indonesia Emas 2045.

Penutup: Danantara Bangun Ekosistem Industri Baja yang Berkelanjutan

Penyehatan Krakatau Steel bukan hanya agenda finansial, tetapi strategi pembangunan industri jangka panjang. Danantara menunjukkan bahwa investasi cerdas bukan tentang hasil hari ini, tetapi tentang menyiapkan masa depan.

Dengan pendekatan hati-hati, berbasis data, dan kolaboratif, Danantara berupaya menjadikan Krakatau Steel sebagai tulang punggung industri baja nasional yang sehat, efisien, dan kompetitif secara global.

Langkah ini juga menjadi cerminan dari visi besar Indonesia untuk memiliki kemandirian industri strategis di tengah ketidakpastian global. Ke depan, keberhasilan restrukturisasi ini dapat menjadi model bagi penyelamatan BUMN lainnya dengan pendekatan korporasi modern dan tata kelola investasi yang kuat.

Baca Juga : “Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) Soroti Prioritas Danantara: Pastikan Tidak Keranjang Serba Ada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *